You are currently viewing Gejala dan Bahaya Demam Berdarah, Jangan Diabaikan!
  • Post category:Berita

Gejala dan Bahaya Demam Berdarah, Jangan Diabaikan!

Rolas Medika – Gigitan nyamuk Aedes menularkan virus dengue menyebabkan penyakit demam berdarah yang dapat terjadi pada semua kalangan usia, mulai anak-anak hingga orang dewasa. Pada tahap awal, gejala demam berdarah mirip dengan flu, sehingga banyak orang mengabaikannya. Padahal, penyakit ini tidak boleh diabaikan begitu saja karena dapat menyebabkan kematian.

Penyebab dan Gejala Demam Berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh gigitan empat jenis virus dengue yang berbeda untuk mengisap darah. Infeksi oleh satu jenis virus memberikan kekebalan seumur hidup terhadap jenis tersebut, tapi hanya memberikan kekebalan sementara terhadap tiga jenis lainnya. Oleh karena itu, seseorang dapat terkena demam berdarah lebih dari sekali.
Gejala umum yang dialami penderita demam berdarah, seperti berikut ini.

1. Demam Tinggi
Gejala pertama demam berdarah adalah demam tinggi yang muncul mendadak. Suhu tubuh penderita bisa mencapai 40 derajat Celcius, bahkan lebih. Demam yang tinggi dapat bertahan selama 2-7 hari.

2. Nyeri Sendi dan Otot
Penderita demam berdarah sering mengalami nyeri sendi dan otot yang parah. Aktivitas penderita demam berdarah menjadi lebih sulit dilakukan akibat rasa sakit yang membuat tidak nyaman.

3. Ruam Kulit
Munculnya ruam kulit adalah gejala umum demam berdarah. Ruam ini dapat terlihat seperti bercak merah atau bintik-bintik kecil yang menyebar di kulit. Pada beberapa kasus, ruam ini dapat menyebar ke seluruh tubuh.

4. Perdarahan Gusi dan Hidung
Salah satu ciri khas demam berdarah adalah perdarahan gusi dan hidung. Penderita dapat mengalami pendarahan ringan hingga parah, yang dapat berlangsung selama beberapa hari.

5. Kehilangan Nafsu Makan
Demam berdarah juga disertai dengan kehilangan nafsu makan. Penderita mungkin merasa lapar, namun tidak memiliki keinginan untuk makan, sehingga mengalami penurunan berat badan secara cepat.

6. Mual dan Muntah
Gejala mual dan muntah juga dapat muncul pada penderita demam berdarah. Gejala yang dialami penderita menyebabkan dehidrasi, sehingga kondisi kesehatan semakin buruk.

Pada kasus dengan gejala lebih parah, demam berdarah dapat menyebabkan perdarahan, syok, dan bahkan kematian jika tidak segera diobati.

Tingkat Bahaya Demam Berdarah

tingkat keparahan demam berdarah

Demam berdarah dapat menjadi penyakit berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat. Anak-anak seringkali lebih rentan terhadap komplikasi, seperti syok dan perdarahan internal. Berikut ini tingkat bahaya demam berdarah pada pasien anak dan dewasa.

1. Tingkat Bahaya pada Orang Dewasa
● Gejala. Pada orang dewasa, demam berdarah seringkali menunjukkan gejala yang lebih parah, termasuk demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, dan ruam kulit. Dalam beberapa kasus, dapat terjadi perdarahan internal dan syok.
● Dampak Produktivitas. Orang dewasa yang terkena demam berdarah dapat mengalami penurunan produktivitas dan kualitas hidup karena gejala yang intens. Perawatan intens di rumah sakit merupakan jalan terbaik untuk mengembalikan kesehatan tubuh agar dapat beraktivitas lagi.
● Kondisi Kesehatan. Orang dewasa dengan kondisi kesehatan bawaan, seperti penyakit jantung atau diabetes, lebih rentan terhadap komplikasi serius akibat demam berdarah.

2. Tingkat Bahaya pada Anak-anak
● Rentan terhadap Komplikasi. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum sepenuhnya berkembang, sehingga lebih rentan terhadap serangan virus. Anak juga cenderung mengalami komplikasi serius, seperti perdarahan dan syok, daripada orang dewasa.
● Dampak pada Pertumbuhan dan Perkembangan. Demam berdarah dapat berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Gejala yang terjadi dapat mengganggu asupan makanan dan aktivitas sehari-hari, serta memperlambat proses pemulihan.
● Tingkat Kematian yang Lebih Tinggi. Pada beberapa kasus, anak-anak yang terkena demam berdarah memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang dewasa. Oleh karena itu, sangat penting dilakukan deteksi dini terhadap gejala demam berdarah yang dialami anak dan penanganan yang cepat.

Upaya Pencegahan Demam Berdarah

Kesadaran masyarakat tentang tindakan pencegahan demam berdarah untuk membantu mengurangi risiko penyebaran virus penyakit. Berikut ini beberapa upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk menurunkan tingkat penderita demam berdarah.

1. Pemberantasan Sarang Nyamuk
Penting untuk memastikan lingkungan bebas dari sarang nyamuk. Hindari penumpukan air di tempat-tempat terbuka yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
2. Penggunaan Kelambu dan Obat Anti Nyamuk
Penggunaan kelambu saat tidur dan obat anti nyamuk saat beraktivitas di luar dapat membantu melindungi dari gigitan nyamuk pembawa virus demam berdarah.
3. Pemantauan Kesehatan
Pemantauan kesehatan secara rutin sangat penting. Jika muncul gejala demam berdarah, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.
4. Pengendalian Populasi Nyamuk
Upaya pengendalian populasi nyamuk, baik melalui penggunaan insektisida maupun metode lainnya, dapat membantu mengurangi risiko penularan demam berdarah.

Mengingat bahaya demam berdarah sangat tinggi, penting bagi setiap anggota keluarga mengenali gejala demam berdarah dan segera mencari bantuan medis jika diperlukan. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius. Pemberian cairan yang adekuat, tindakan penurunan demam, dan pemantauan ketat di rumah sakit untuk menangani gejala dan kemungkinan komplikasi, merupakan langkah-langkah penting dalam pengobatan demam berdarah, baik pada anak-anak atau orang dewasa.

Meskipun demam berdarah cenderung lebih parah pada anak-anak, hal ini tidak berarti bahwa orang dewasa yang mengalami demam berdarah tidak perlu dikhawatirkan atau diabaikan. Keduanya sama-sama membutuhkan perhatian medis segera yang tepat. Tindakan pencegahan dan upaya bersama merupakan kunci untuk mengurangi risiko terkena demam berdarah, terutama di daerah-daerah endemis.

Coorporate Communication
PT Rolas Nusantara Medika 

 

Tinggalkan Balasan