You are currently viewing Mengenal Layanan Hemodialisa
  • Post category:Artikel

Mengenal Layanan Hemodialisa

Rolasmedika.co.id – Gagal ginjal kronik merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Berdasarkan data dari WHO penderitanya terus meningkat dan dapat menyebabkan kematian hampir 850.000 orang setiap tahun. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan hemodialisa (cuci darah).

Sedangkan penyakit gagal ginjal sendiri merupakan kondisi organ penting ini salah satu atau keduanya dalam keadaan tidak berfungsi. Kondisinya sendiri bisa bersifat sementara atau permanen. Jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat pasien bisa memasuki status gawat dan membahayakan nyawanya.

Apa Proses Hemodialisa Itu?

mengenal proses hemodialisa

Hemodialisa (cuci darah) adalah salah satu cara mengatasi gagal ginjal. Secara umum prinsipnya dengan menggunakan ginjal buatan yang berupa mesin untuk membersihkan kotoran pada darah. Proses penyaringan kotoran dilakukan melalui selaput semipermeabel yang berada dalam dialiser mesin dialisis.

Cara ini bukan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa pasien, namun merupakan langkah yang paling cepat. Untuk menggantikan ginjal yang tidak berfungsi dapat dengan melakukan transplantasi. Namun selain mahal juga harus mendapatkan pendonor yang sesuai. Sedang menemukannya tentu tidak mudah.

Proses hemodialisa hanya dilakukan apabila kedua ginjal pasien tidak dapat berfungsi sama sekali. Pada kondisi salah salah satunya masih sehat, tindakan medis ini tidak perlu dan penderita masih bisa menjalankan aktivitas secara normal.

Penurunan Fungsi Ginjal

Fungsi utama ginjal adalah untuk menyaring darah dan membentuk urin sebagai cara mengeluarkan sampah dari dalam tubuh. Seseorang yang menderita gagal ginjal kronik kemampuan organ ini bisa menurun antara sampai 255 dari sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan penumpukan sampah dalam tubuh yang bersifat racun.

Hemodialisa merupakan tindakan penyelamatan atau life saving yang dapat berjalan dengan cepat. Jika ginjal tidak dapat berfungsi sama sekali dan tindakan cuci darah terlambat dapat menyebabkan kematian. Dalam tindakan ini, proses pencucian darah terjadi di luar tubuh. Sampah yang tersaring akan keluar bersama dengan cairan dialisis. Ginjal yang normal akan mengirim racun dan residu tersebut ke kandung kemih untuk agar keluar bersama dengan urin.

Lama Proses Cuci Darah

Begitu pentingnya fungsi ginjal sebagai filter di dalam tubuh. Penderita gagal ginjal untuk bertahan hidup harus melakukan cuci darah seumur hidupnya atau transplantasi. Jika tidak melakukan hemodialisa maka racun dan sampah akan menumpuk dalam tubuh yang mengganggu proses metabolisme. Mengenai intensitasnya sendiri masing-masing pasien berbeda. Jika belum terlalu parah, biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan cuci darah dua kali dalam satu minggu.

Sedangkan pada kondisi sudah parah bisa sampai 3 kali dalam satu minggu. Dalam satu kali tindakan cuci darah memerlukan waktu antara 3 sampai 4 jam. Apabila terlambat melakukannya pasien dapat mengalami penurunan kesadaran, sesak napas, gelisah hingga meninggal dunia.

Baca juga : Penanganan Pada Impaksi Gigi 

Proses Hemodialisa

 

Alat untuk melakukan pencucian darah bekerja seperti sistem pada ginjal. Terdapat dua kompartemen. Pertama berisi dualisat sedangnya pada satunya menampung darah yang sudah bersih. Proses difusi terjadi dengan mengeluarkan toksin uremik melewati membran semipermeabel. Sedangkan proses ultrafiltrasi akan mengeluarkan air dan zat yang terlarut dalam darah. Terdapat dua jenis proses yang terjadi.

Difusi, pada proses ini terjadi pemindahan bahan terlarut yang ada pada darah ke dialisat atau sebaliknya. Jenis zat yang berasal dari darah antara lain: asam urat, kreatinin, ureum, kalium, sodium dan lainnya. Sedangkan zat yang masuk ke dalam darah adalah kalsium dan asetat.

Ultrafiltrasi, ultrafiltrasi merupakan proses perpindahan zat dari darah dengan melewati membran dialisis ke dalam cairan dialisat. Prosesnya sendiri terjadi karena adanya perbedaan tekanan hidrostatik antara darah dan dialisat.
Dialisat yang kotor akan mengalir keluar. Darah yang sudah bersih akan masuk kembali ke dalam tubuh. Efek yang terasa bagi pasien setelah proses pembersihan adalah tubuh lebih segar.

Pola hidup sangat berpengaruh pada kesehatan ginjal. Karena itu sangat penting untuk menjalankan pola hidup yang sehat dengan memperbanyak asupan gizi seimbang.

Hemodialisa (cuci darah) merupakan salah alternatif tindakan medis untuk menolong pasien gagal ginjal. Tanpa melakukan operasi, fungsi darah dapat tergantikan oleh alat sehingga pasien bisa sehat kembali. Namun tindakan ini harus melakukannya secara rutin sehingga darah kembali bersih dan residu keluar bersama urin.

Corp Communication

PT Rolas Nusantara Medika

Leave a Reply