You are currently viewing Odontectomy Pada Impaksi Gigi
  • Post category:Artikel

Odontectomy Pada Impaksi Gigi

Rolasmedika.co.id – Odontectomy merupakan salah satu pilihan tindakan yang diambil oleh dokter spesialis gigi dalam penanganan pada impaksi gigi. Tindakan yang bersifat operatif ini banyak dilakukan terhadap mayoritas kasus impaksi gigi.

Definisi Odontectomy

Odontectomy adalah istilah dalam penyebutan operasi gigi dalam proses pencabutan yang cukup sulit kondisinya.
Apabila tindakan pencabutan gigi biasa dapat dilakukan tanpa menggunakan obat bius, maka odontectomy ini dilakukan dengan menggunakan obat bius total.

Dalam proses operasi odontectomy, dokter gigi akan memisahkan gusi dan jaringan lunak lainnya yang menghalangi lokasi gigi yang hendak dicabut.

Sekilas memang odontectomy cukup menyeramkan terutama bagi pasien yang meras takut. Padahal sebenarnya odontectomy tidak menyebabkan rasa sakit karena dilakukan setelah sistem saraf sekitar gigi yang akan dioperasi terasa kebas atau baal karena berhasil dibius sebelumnya.

Definisi Impaksi Gigi

Setelah mengetahui apa definisi odontectomy, kini giliran kita mengenal lebih jauh apa yang dinamakan dengan impaksi gigi. Impaksi gigi adalah suatu kondisi dimana gigi seseorang berada dibawah atau tenggelam di dalam gusi. Jika pada umumnya gigi berada diatas permukaan gusi, maka impaksi gigi ini adalah kebalikan dari kondisi normal tersebut.

Impaksi gigi biasanya terjadi pada gigi geraham orang dewasa yang tumbuh paling akhir dan paling belakang. Saat rongga mulut sudah terisi penuh oleh deretan gigi, namun adakalanya gigi geraham atau gigi bungsu muncul. Gigi terakhir ini ada yang sudah tidak memiliki ruang untuk tumbuh, sehingga keberadaannya berada didalam gusi.
Kondisi yang tidak sempurna ini membuat gigi bisa saja tumbuh menyerong ke pinggir atau muncul sebagian. Impaksi gigi dapat menyebabkan penderita rentan terkena penyakit infeksi mulut.

Kondisi Kesehatan Akibat Impaksi Gigi

Dokter gigi akan mengkaji sejauh mana impaksi gigi yang dialami pasien. Jika memang diperlukan tindakan, maka akan diambil langkah paling efektif demi keselamatan pasien.
Adapun gejala dan keluhan lain yang mungkin dialami pasien yang memiliki impak sigigi antara lain sebagai berikut.

  • Perikoronitis, nyeri gusi karena sering tergigit saat mengunyah makanan.
  • Trismus, kesulitan saat membuka mulut karena adanya pembengkakan rahang yang menyebabkan rasa nyeri.
    Nyeri kepala dan bahu berulang kali
  • Abses atau gusi bernanah
  • Kelenjar leher bengkak, berpotensi timbulnya kista atau kanker mulut

Odontectomy, Penanganan Pada Impaksi Gigi yang Menjadi Pilihan Terbaik Saat Diperlukan

Pertanyaannya adalah apakah semua kondisi impaksi gigi dapat ditangani dengan odontectomy?
Untuk menentukan diperlukan tidaknya tindakan operatif odontectomy sebagai penanganan pada impaksi gigi tentu diperlukan berbagai hal.

Baca juga : Pentingnya Medical Check Up 

Menilik kondisi impaksi gigi bila dirasa terlalu parah, maka pilihan odontectomy merupakan tindakan tepat jika sudah mengganggu fungsi dan aktivitas sehari-hari. Namun perlu dipahami juga bahwa jika kondisi impaksi cukup ringan, maka dokter gigi bisa saja menyarankan untuk mengkompromikan dengan alternatif pengobatan lain.

Manfaat Odontectomy Sebagai Penanganan Impaksi Pada Gigi

Jika sudah diputuskan untuk mengambil tindakan operasi gigi, maka perlu diberikan edukasi tentang manfaat apa yang didapat dengan metode pengobatan tersebut.

  • Mencabut gigi yang bermasalah
  • Mencegah dan mengatasi pembusukan gusi di sekitar impaksi gigi
  • Menghindari infeksi dari kondisi gigi yang tidak sempurna tumbuhnya
  • Mengurangi rasa nyeri yang berkepanjangan
  • Memberikan kualitas hidup yang optimal bagi pasien

Langkah-Langkah Pelaksanaan Odontectomy

Dokter gigi akan memberikan penjelasan apa saja tahapan yang dilakukan dalam menjalankan tindakan operasi.
Hal ini diperlukan untuk memberikan rasa aman dan percaya pasien sehingga mampu berkoordinasi dalam proses operasinya.

  • Bius lokal, bius lokal atau anestesi untuk membuat rasa kebas atau baal sehingga pasien tidak merasakan nyeri saat dokter melakukan sayatan terhadap gusi maupun pencabutan gigi.
  • Baal atau mati rasa, setelah diberikan obat bius, dokter gigi akan mematikan saraf impaksi gigi dan jaringan gusi di sekitar lokasi.
  • Angkat jaringan, untuk dapat mencabut gigi, maka bagian jaringan gusi yang menghalanginya perlu diangkat terlebih dahulu.
  • Angkat tulang, kondisi impaksi yang cukup berat bisa terjadi jika gigi tidak hanya tertimbun gusi, namun juga tertutupi oleh tulang. Maka diperlukan tindakan mengeboran tulang untuk mendapatkan ruang yang cukup untuk mencabut gigi.
  • Membelah gigi, impaksi gigi dapat terjadi dimana letak gigi tertanam begitu kuat dan sempit. Maka agar keseluruhan gigi dapat tercabut sempurna, gigi harus dibelah-belah dulu agar menjadi lunak dan mudah terangkat.
  • Mencabut gigi, jika kondisi sudah memungkinkan gigi tersebut untuk dicabut, maka dokter akan mencabut seluruh komponen gigi dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
  • Menjahit gusi sekitar impaksi gigi, ini merupakan bagian terakhir proses odontectomy penanganan pada impaksi gigi, dimana prosedurnya setelah dilakukan pencabutan total, maka area gusi yang terbuka wajib ditutup kembali dan tetap memprioritaskan kesterilan jaringan.

Odontectomy merupakan pilihan terbaik dalam penanganan pada impaksi gigi jika kondisinya memang mengharuskan tindakan operasi sebagai solusi.

Ikuti Rolas Medika di kanal Instagram @rolasmedika untuk informasi seputar kesehatan dan kegiatan kami.

Corp Communication

PT Rolas Nusantara Medika

 

 

Leave a Reply