You are currently viewing Pentingnya Pemeriksaan Selama Kehamilan Bagi Ibu Hamil
  • Post category:Artikel

Pentingnya Pemeriksaan Selama Kehamilan Bagi Ibu Hamil

Rolasmedika.co.id – Bagi Anda yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan, mulai sekarang bisa untuk melakukan janji dengan dokter kandungan. Pemeriksaan kehamilan ini selama masa hamil sangat penting dilakukan untuk mendukung jabang bayi dan ibu yang sehat. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini, kami akan membahas pentingnya pemeriksaan selama kehamilan.

Pentingnya Pemeriksaan Selama Kehamilan

Selama proses kehamilan berlangsung, Anda tentu saja harus melakukan perawatan secara optimal untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi. Pemeriksaan kehamilan atau yang sering disebut dengan antenatal care (ANC) ini merupakan salah satu upaya untuk merawat kehamilan secara optimal.

Dengan melakukan pemeriksaan kehamilan ke dokter, Anda akan jadi lebih tahu kondisi kesehatan diri sendiri dan janin sehingga dapat mencegah hal-hal buruk terjadi pada ibu dan jabang bayi. Dalam penelitian pun telah dikatakan, bahwa pentingnya pemeriksaan selama kehamilan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu dan janin. Dalam penelitian pun dikatakan, bahwa bayi dari ibu yang tidak melakukan pemeriksaan kehamilan kemungkinan memiliki berat badan lahir rendah atau meninggal lebih tinggi daripada bayi yang lahir dari ibu yang rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.

Mengenal Pentingnya Pemeriksaan Selama Kehamilan

kehamilan yang dipantau akan memudahkan untuk mengetahui masalah kehamilan yang muncul

Dalam perannya, ada 3 fungsi penting pemeriksaan antenatal care atau kehamilan ini, yaitu
Membantu Mencegah Adanya Komplikasi Selama Kehamilan. Ketika hamil, wanita menjadi sangat rentan mengalami komplikasi seperti hipertensi dan diabetes gestasional. Maka dari itu, pentingnya pemeriksaan selama kehamilan ini agar dapat mengetahui seberapa besar risiko ibu hamil bisa mengalami komplikasi tersebut. Dengan mengetahui diagnosis lebih dini dari pemeriksaan kehamilan, Anda bisa mendapatkan pengobatan secara lebih cepat untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Baca juga : Layanan Maternity Care Unit Usaha Rolas Medika 

Memantau Kesehatan Janin di Dalam Kandungan

Selain memantau kesehatan ibu, pemeriksaan kehamilan ini juga untuk memantau tumbuh kembang janin dalam kandungan. Di sini, dokter akan memantau kesehatan janin dari mendengarkan detak jantung janin, memeriksa ukuran posisi rahim dan janin, serta melakukan berbagai macam tes kelainan. Sehingga beberapa kondisi janin yang memiliki risiko buruk bisa terdeteksi sebelum bayi lahir bisa diobati dan dikurangi lebih cepat.

Menambah Pengetahuan Ibu Hamil

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, ibu jadi tahu apa yang harus dan tidak dilakukan ketika hamil. Di sini dokter dan bidan bertanggung jawab untuk memberikan arahan tentang pentingnya nutrisi yang tepat selama kehamilan berlangsung. Dokter dan bidan juga akan memantau berat badan Anda selama hamil sehingga proses kehamilan Anda akan berada di dalam kondisi yang sehat.

Membantu Sang Ibu Mempersiapkan Kelahiran Buah Hati

Selama proses pemeriksaan kehamilan, Anda juga akan terbantu dengan adanya informasi tentang pilihan cara melahirkan sesuai kondisi ibu. Selain itu, juga memberikan pengetahuan apa saja yang harus dilakukan setelah bayi lahir, seperti menyusui (IMD dan ASI Eksklusif) dan cara merawat bayi baru lahir.

Lalu, Kapan Pemeriksaan Kehamilan Bisa Dilakukan?

Anda bisa memulai pemeriksaan ANC atau kehamilan ini setelah mengetahui, bahwa diri sendiri hamil. Dengan semakin dini Anda memulai pemeriksaan, maka Anda akan mendapatkan banyak informasi yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kehamilan tetap sehat. Ketika memulai pemeriksaan, biasanya Anda melakukan beberapa tes untuk mendeteksi kelainan janin lebih dini, seperti tes thalasemia yang harus dilakukan sebelum usia kehamilan 10 minggu.

Kebanyakan wanita hamil biasanya mulai melakukan pemeriksaan di trimester pertama. Setelah kunjungan pertama, Anda akan mulai pertemuan rutin dengan dokter atau bidan beberapa minggu selanjutnya. Biasanya Anda akan diminta melakukan kunjungan tiap satu bulan sekali selama 6 bulan pertama kehamilan. Total minimal pemeriksaan kehamilan 6 kali selama 1 periode kehamilan berlangsung.

Lalu frekuensi kunjungan Anda bisa saja lebih sering (setiap dua atau tiga minggu sekali) ketika mendekati waktu melahirkan. Selain itu, ada juga kasus lain ketika Anda harus sering melakukan kunjungan, seperti adanya masalah pada Anda maupun janin Anda. Usia Anda saat hamil lebih dari 35 tahun sehingga memiliki risiko tinggi untuk mengalami berbagai macam komplikasi.

Anda khawatir akan kehamilan yang mengalami kemajuan atau tidak meski disarankan minimal melakukan pemeriksaan 6 kali, tetapi Anda bisa melakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 10 kali apabila ini merupakan kehamilan pertama Anda. Sedangkan untuk anak kedua dan seterusnya, Anda bisa melakukan pemeriksaan sebanyak 6 sampai 7 kali, kecuali Anda memiliki kondisi medis tertentu.

Hal apa saja yang dilakukan ketika pemeriksaan kehamilan?

  • Menanyakan riwayat kesehatan ibu mengenai penyakit, operasi, atau kehamilan sebelumnya.
  • Menanyaakan riwayat kesehatan keluarga apabila ada yang menderita penyakit tertentu.
  • Melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap seperti panggul dan pap smear.
  • Melakukan uji darah dan urin.
  • Menghitung tanggal kelahiran jabang bayi.
  • Menjelaskan pentingnya nutrisi saat kehamilan dan cara mengatur pola makan, serta penerapan hidup sehat.

Lalu, pada pemeriksaan selanjutnya, Anda akan melakukan :

  • Pemeriksaan tekanan darah.
  • Mengukur berat badan.
  • Pemeriksaan melalui USG untuk cek tumbung kembang bayi di dalam kandungan.
  • Pemeriksaan detak jantung bayi.

Meski terlihat cukup ribet, tetapi pentingnya pemeriksaan selama kehamilan ini memang sangat berguna untuk menjaga kesehatan ibu dan janin sampai proses melahirkan.

Corp Communication
PT Rolas Nusantara Medika

Leave a Reply