You are currently viewing Jenis Operasi Hernia dan Pencegahannya
  • Post category:Artikel

Jenis Operasi Hernia dan Pencegahannya

Rolas Medika – Operasi hernia merupakan salah satu cara untuk mengatasi gangguan kesehatan satu ini. Tindakan operasi perlu segera dilakukan jika muncul benjolan yang semakin membesar, terasa sakit dan mengganggu aktivitas. Tindakan ini harus segera dilakukan sebagai antisipasi agar pasien tidak mengalami komplikasi dan bertambah parah. Penyakit hernia muncul karena adanya tekanan dari organ atau jaringan lemak pada otot dan jaringan lain yang lebih lemah. Jenis hernia yang paling banyak diderita oleh pasien adalah inguinalis. Gangguan kesehatan ini terjadi karena rongga perut mendorong selaput sehingga muncul benjolan. Pada kondisi yang sudah parah bisa menyebabkan sebagian skrotum membengkak.

Komplikasi pada Hernia

operasi hernia di Jember

Apabila seseorang yang mengalami hernia tidak segera mendapat pertolongan dapat mengalami komplikasi. Dorongan atau tekanan pada jaringan yang lemah akan mengganggu fungsinya sehingga berdampak komplek. Jenis komplikasi yang sering terjadi apabila penyakit hernia tidak segera mendapat penanganan adalah:

1. Inkarserata

Inkarserata terjadi apabila usus terjebak pada kantong hernia atau dinding perut. Dampaknya usus tidak bisa bergerak secara normal sehingga ketika menjalankan fungsinya akan terasa nyeri, mual, muntah hingga mengganggu proses sekresi, baik buang air besar maupun kecil.

2. Strangulate
Jenis hernia kedua adalah strangulate, yaitu kondisi dimana usus terjepit sehingga darah tidak bisa mengalir sempurna. Strangulata dapat menyebabkan gangrene atau kematian pada jaringan usus. Resiko yang bisa terjadi pasien mengalami pendarahan hebat sehingga mengancam jiwanya.

Sakit Hernia ke Dokter Spesialis Apa?

Sahabat Rolas, untuk masalah kesehatan

Operasi pada Hernia

Tindakan operasi hernia dilakukan sebagai langkah medis agar penyakit tersebut tidak menyebabkan resiko yang fatal. Tujuan dari operasi ini untuk melepaskan atau menghilangkan dorongan dan sumbatan yang terjadi. Pada bagian usus, dalam proses operasi ini bisa saja dokter mengambil tindakan dengan memotong bagian yang rusak dan sudah tidak mungkin disembuhkan kembali. Ada dua jenis operasi hernia yang biasa dilakukan terhadap pasien, yaitu:

1. Operasi terbuka

Jenis operasi pertama ini biasanya disarankan pada pasien dengan kondisi kesehatan masih baik. Dokter akan membuat sayatan pada bagian selangkangan dan dianjurkan untuk pasien dengan keluhan nyeri dan gangguan pencernaan. Pada tindakan operasi hernia terbuka, dokter akan memberikan anestesi spinal atau lokal sehingga selama pembedahan pasien tetap sadar namun bagian yang dioperasi mati rasa. Sayatan yang dilakukan biasanya jenis tunggal dengan panjang sekitar 6-8 cm.

Apabila terjadi strangulate, maka bagian usus yang rusak akan dibuang. Untuk mempermudah pemantauan kesehatan pasca operasi, pasien biasanya harus rawat inap selama 4-5 hari. Sedangkan masa untuk pemulihan membutuhkan waktu 2-6 minggu. pada masa pemulihan tersebut, pasien dilarang melakukan aktivitas berat.
Meski dilakukan dengan hati-hati dan menggunakan peralatan modern, namun komplikasi pasca operasi bisa saja terjadi. Beberapa kasus pasca operasi adalah nyeri kronis, infeksi, terjadi gumpalan darah, sampai kerusakan saraf pada rongga perut. Namun dengan penanganan pasca operasi yang tepat, kasus komplikasi tersebut bisa diminimalkan.

2. Laparoskopi

Berbeda dengan operasi terbuka dimana sayatan yang dibuat sepanjang 6-8 cm, untuk operasi laparoskopi, sayatan lebih pendek, yaitu hanya sekitar 1-2 cm meter. Sayatan ini dibuat di bagian bawah pusar untuk masuknya alat laparoskop yang berupa tabung kecil dengan kamera dan cahaya. Alat ini bisa menangkap gambar organ pada bagian perut. Seperti pada operasi secara umum, pasien harus berpuasa selama 6 hingga jam sebelumnya. Untuk menghindari pendarahan, penggunaan obat pengencer darah seperti warfarin dan aspirin.

Pada operasi jenis ini dokter akan menggunakan anestesi atau bius total sehingga selama tindakan pasien tidak sadar. Dokter akan memasukkan gas ke dalam perut sehingga mengembang dan memudahkan proses operasi. Dibandingkan dengan operasi terbuka, penyembuhan operasi laparoskopi lebih cepat dan pasien bisa segera beraktivitas kembali. Meski sudah dilakukan dengan teknologi tinggi, namun seperti proses operasi lainnya, ada resiko yang mungkin terjadi. Pasien bisa mengalami infeksi, nyeri, perlekatan jaringan dan lainnya. namun tidak perlu khawatir karena komplikasi tersebut biasanya mudah untuk dikendalikan sehingga mengurangi resiko yang fatal.

Cara Mencegah Hernia

Penyakit hernia bisa menjangkit siapa saja. Karena itu setiap orang perlu menjaga kesehatannya. Untuk mengatasi jenis penyakit yang cukup ditakuti pria ini sampai sekarang tindakan yang dilakukan adalah operasi. Beberapa cara untuk mencegah hernia adalah:

  • Tidak mengangkat beban terlalu berat
  • Mencukupi kebutuhan serat dari makanan
  • Menjaga berat badan ideal
  • Latihan penguatan otot
  • Pilih jenis olahraga yang sesuai
  • Berhenti merokok
  • Pemeriksaan prostat secara berkala
  • Segera obati batuk dan bersin yang berlangsung terus menerus

Operasi hernia merupakan tindakan medis untuk menyelamatkan pasien agar penyakit tersebut tidak semakin parah. Bagi penderita, penyakit ini bukan hanya menimbulkan rasa nyeri atau sakit yang luar biasa, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas. Sebelum terserang gangguan kesehatan ini, sebaiknya Anda memperhatikan pola hidup dan mengkonsumsi makanan bergizi.

Coorporate Communication 
PT Rolas Nusantara Medika 

 

This Post Has One Comment

Tinggalkan Balasan